Percaya Diri

1. Pengertian Percaya Diri

Pendidikan karakter perlu diberikan dan diajarkan pada anak. Hal ini agar lebih mudah diajarkan dan melekat pada anak hingga dewasa. Pendidikan karakter dapat membentuk kepribadian pada anak. Salah satu pendidikan karakter yaitu percaya diri. Anak harus memiliki percaya diri untuk dapat mengembangkan kemampuannya dan menjalankan kehidupan sosialnya. Pernyataan tersebut diperkuat Dariyo (2007: 206) percaya diri ialah “kemampuan individu untuk dapat memahami dan menyakini seluruh potensi agar dapat dipergunakan dalam menghadapi penyesuaian diri dengan lingkungan hidupnya”. Sedangkan menurut Aunurrahman (2011:184) memandang percaya diri adalah

“Salah satu kondisi psikologis seseorang yang berpengaruh terhadap aktifitas fisik dan mental dalam proses pembelajaran. Rasa percaya diri pada umumnya muncul ketika seseorang akan melakukan atau terlibat didalam suatu aktifitas tertentu dimana pikirannya terarah untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan”

Pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa akan merasa percaya diri apabila melakukan aktifitas tertentu. Ketika melakukan aktifitas pikiran yang ada di dalam diri siswa akan terfokuskan untuk hasil yang akan dicapai. Perkembangan percaya diri akan dipengaruhi adanya faktor mental dan fisik siswa. Dua faktor tersebut dapat diperoleh dari lingkungan rumah yaitu siswa dengan orang tua sedangkan lingkungan di sekolah siswa dengan guru.

Berbeda dengan pendapat Mustari (2014: 69) bahwa “siswa harus bisa berani menyatakan pendapat, harus bisa tampil dihadapan orang harus yakin dan tidak ragu-ragu akan tindakan yang dipilihnya”. Sedangkan menurut Santrock (2003: 336) percaya diri adalah “dimensi evaluasi yang menyeluruh dari diri. Rasa percaya diri juga disebut sebagai harga diri atau gambaran diri”. Pengertian menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa rasa percaya diri merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk berani menyatakan pendapat. Siswa yang memiliki percaya diri akan tampil dihadapan orang dengan yakin dan tidak ragu saat bertindak. Pendapat yang diutarakan bisa berupa lisan dan tulisan.

2.  Ciri-ciri Percaya Diri

Ciri-ciri individu yang mempunyai rasa percaya diri menurut Klara (2010:17) sebagai berikut :

  • Percaya akan kompetensi atau kemampuan diri, sehingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan ataupun hormat orang lain
  • Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konforis demi diterima oleh orang lain atau kelompok.
  • Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain, berani menjadi diri sendiri.
  • Punya pengendalian yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)
  • Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, bergantung pada usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak bergantung atau mengharapkan bantuan orang lain.
  • Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi diluarnya.
  • Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud dan tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.

Pendapat yang telah di ungkapkan di atas dapat ditarik kesimpulan ciri-ciri individu yang memiliki rasa percaya diri adalah individu yang senantiasa percaya akan kemampuan diri sendiri. Mampu mengerjakan sesuatu dengan sendiri bukan malah bergantung pada orang lain. Memandang diri sendiri dan orang lain dengan positif. Dengan begitu orang lain akan memandang individu dengan pikiran positif. Dan yang penting menjadikan kegagalan sebagai hal yang positif bukan negatif.

3. Ciri-ciri Tidak Percaya Diri

Klara (2010:23) mengemukakan bahwa ciri-ciri individu yang tidak mempunyai rasa percaya diri sebagai berikut :

  • Berusaha menunjukan sikap konfiris. Semata mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok.
  • Menyimpan rasa takut atau kekhawatiran terhadap penolakan.
  • Sulit menerima realita diri dan memandang rendah kemampuan diri sendiri namun dilain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri.
  • Pesimis mudah menilai segala sesuatu dari segi negatif
  • Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil.
  • Cenderung menolak pujian yang ditunjukan secara tulus.
  • Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu.
  • Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangat bergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan bantuan orang lain).

Ciri percaya diri dapat dimaknai apabila individu yang memiliki rasa tidak percaya diri memiliki dampak negatif dan konsep diri yang buruk. Takut gagal membuat individu tidak mau mencoba. Kurangnya menyakinkan diri sendiri akan kemampuan yang dimiliki. Pasrah akan keadaan membuat individu tidak akan maju. Salah satu contohnya yaitu takut gagal untuk menghadapi tantangan. Hal tersebut akan menjadi penghalang kemampuan seseorang dalam membentuk satu hubungan antar individu agar nyaman untuk dirinya.

Terdapat cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan percaya diri. Lauster (2006: 15) menjelaskan terdapat sepuluh petunjuk untuk meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri, yaitu:

  • Mencari sebab-sebab merasa rendah diri setelah itu akan didapatkan cara untuk perbaikan pada kepercayaan diri sendiri.
  • Mengatasi kelemahan dan harus memiliki kemauan yang kuat sehingga dapat memandang suatu perbaikan yang kecil sebagai keberhasilan.
  • Mengembangkan bakat dan kemampuan lebih baik sehingga kelemahan yang ada menjadi tidak penting lagi.
  • Merasa bahagia dengan keberhasilan yang diperoleh dan jangan ragu untuk bangga dengan keberhasilan tersebut.
  • Jangan berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan keberhasilan tersebut.
  • Apabila tidak puas dengan pekerjaan yang dilakukan tetapi tidak tahu cara untuk memperbaiki diri, maka kembangkan bakat-bakat melalui suatu hobi.
  • Apabila diminta untuk melakukan pekerjaan yang sulit, maka lakukan pekerjaan tersebut dengan rasa optimis.
  • Jangan terlalu berharap untuk tercapainya itu tidak baik.
  • Tidak terlalu sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
  • Jangan beranggapan bahwa apapun yang dilakukan dengan baik oleh orang lain harus dapat dilakukan juga oleh diri sendiri karena tidak ada hasil yang sama dalam tiap bidang.

Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa cara untuk meningkatkan percaya diri dengan mengetahui kelemahan siswa. Siswa dapat mengatasi kelemahan dengan menonjolkan kelebihan yang dimilikinya. Mengembangkan hobi yang dimiliki siswa untuk dijadikan sebagai bakat atau kemampuan siswa. Dan yang terpenting memiliki kemauan yang kuat. Jangan membandingkan orang lain dengan diri kita sendiri karena seseorang mempunyai kelebihan di bidangnya masing-masing.

4. Indikator Percaya Diri

Indikator dalam sikap percaya diri menurut Santrock (2003: 338) yaitu :

Tabel 2.1 Indikator Percaya Diri

No Indikator Positif Indikator Negatif
1. Mengarahkan atau memerintah orang lain. Merendahkan orang lain dengan cara menggoda, memberi nama penggilan dan menggosip
2. Menggunakan kualitas suara yang disesuaikan dengan situasi Menggerakkan tubuh secara dramatis atau tidak sesuai konteks
3. Mengeksprsikan pendapat

 

Melakukan sentuhan yang tidak sesuai atau menghindari kontak fisik
4. Duduk dengan orang lain dalam aktifitas sosial. Memberikan alasan-alasan ketika gagal melakukan sesuatu
5. Bekerja secara koperatif dalam kelompok. Melihat sekeliling untuk memonitor orang lain
6. Memandang lawan bicara ketika mengajak atau diajak bicara. Membual secara berlebihan tentang prestasi, keterampilan, penampilan fisik
7. Menjaga kontak mata selama pembicaraan berlangsung. Merendahkan diri sendiri secara verbal
8. Memulai kontak yang ramah dengan orang lain. Berbicara terlalu keras tiba-tiba atau dengan nada suara yang dogmatis
9. Menjaga jarak yang sesuai antara diri sendiri dengan orang lain. Tidak mengekspresikan pandangan atau pendapat terutama ketika ditanya
10. Berbicara dengan lancar, hanya mengalami sedikit keraguan. Memposisikan diri secara submisif.

 

Indikator percaya diri dapat dijabarkan bahwa kepercayaan diri di dalam individu memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positif dari percaya diri mengantarkan seseorang dengan keberhasilan yang ingin dicapai. Berbeda dengan sisi negatif yang membuat sseorang mengalami kegagalan. Kepercayaan diri yang kuat dimiliki oleh seseorang berdasarkan cara mengekspresikan pendapat salah satunya dengan siswa mau mengacungkan tangannya sendiri tanpa ditunjuk oleh guru. Berbicara dengan lantang di depan kelas tanpa rasa malu-malu.

 

Daftar Pustaka

Aunurrohman. (2011). Belajar dan pembelajaran. Bandung: ALFABETA

Dariyo,A. (2007). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Refika Aditama

Klara S, L. (2010). Panduan Menjadi Remaja Percaya Diri. Jakarta: PT Perca

Lauster, P. (2006). Tes Kepribadian. Jakarta: PT Bumi Aksara

Mustari, M. (2014). Nilai Karakter. Jakarta: PT Raja Grafindo

Santrock, J. (2003). Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *